TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Sunday, October 6, 2013

Lirik Pesan dari Bapak Ridwan Yahya L.c, M.A. via WhatsApp



Seperti nama judulnya, semua ini bersumber dari WhatsAppnya Bapak Ridwan yang senantiasa setiap saat meramaikan hp aku dengan hal yang bermanfaat serta kocak. Daripada sekedar mengendap di HP, aku tulis saja di blog aku ini. Siapa tahu dapat menyebar lebih dan lebih. Akan tetapi yang aku tulis ini yang sekiranya mempunyai makna mendalam, kalau yang kocak aku koleksi sendiri saja. :p
Bapak Ridwan Yahya merupakan Dosen Pendidikan Agama Islam yang mengajar salah satunya di kelas 1-H semester 2 tahun 2013. Beliau merupakan orang yang baik, humoris, dan bersahaja, dan aku sering merasa banyak mengecewakannya. Okelah, berikut beberapa kumpulan chat WhatsApp dari beliau yang sekiranya akan memberikan banyak manfaat dan lebih dari pantas untuk disebarkan.
***
Sapi dan kambing adalah diantara binatang ternak. Nilainya sangat bergantung pada bobotnya, makin berat makin mahal harganya. Ukuran kemuliaan manusia adalah taqwanya. Karena itu apabila manusia disebut binatang ternak apalagi lebih sesat (QS Al-A’raf:179), itu artinya martabat manusia lebih rendah dari sapi dan kambing.
***
Firaun ingin “menenggelamkan” Nabi Musa di sungai Nil. Allah ingin “menenggelamkan” Firaun di Laut Merah. Firaun “mengaku Tuhan”, padahal Allah Tuhan yang sesungguhnya. Dan keinginan Allah; Tuhan yang sesungguhnyalah yang diatas segala keinginan. Yang tenggelam akhirnya Firaun, bukan Nabi Musa. Jadi, mau mengikuti jejak Nabi Musa atau Firaun???
***
Kiat menyuburkan Cinta Akhirat
1.       Al-iktsaru min dzikril-maut, wal-isti’dadu li liqaillahi. (Perbanyak ingat mati dan selalu siap menghadapi Allah).
2.       Qisharul-amali wal-isti’dadu lil-mauti bil-a’malish-shalihah. (Pendek angan-angan dunia dan siap menghadapi mati dengan beramal shaleh).
3.       Tadzakkurul-hamli’alal-akhtifi, wa tasyyi’un-nasi lahu. (Ingat saat dipanggul diatas keranda jenazah, dan saat dilayat orang lain).
***
Amalan-amalan Sunnah di hari (malam-siang) Jum’at :
1.       Banyak berdo’a.
2.       Banyak baca shalawat.
3.       Membaca Surat Al-Kahfi.
4.       Mandi dan berdandan.
5.       Bersegera menuju ke masjid.
6.       Shalat Sunnah sebelum masuk waktu Shalat Jum’at.
***
Ilmu dan Harta
 Ilmu menjaga kita, harta kita yang menjaganya. Ilmu gampang dibawa kemana-mana, harta repot dibawanya. Ilmu dibagikan makin bertambah, harta dibagikan semakin berkurang. Ilmu dan harta harus kita syukuri. Dimanfaatkan sesuai mau “Sang Pemberi”. Insya Allah ilmu dan harta menjadi berkah.
***
Tidak sedikit orang memulai segala aktivitasnya dengan DOSA. Sejatinya segala sesuatu kita mulai dengan DOA.
***
Membantu istri di rumah, memberi pelajaran pada suami bahwa ternyata Pekerjaan Rumah Tangga itu tidak lebih ringan dari tugas suami berjibaku mencari nafkah di luar rumah.
***
Ada surat di Al-Qur’an namanya Al-Ikhlas, tapi kata “al-ikhlas” tak satupun disebut di surat tersebut. IKHLAS tidak perlu diucapkan. Ketika anda berkata “Aku Ikhlas”, maka sesungguhnya Anda “Tidak Ikhlas”.
***
Tawakkalnya Burung bangun pagi-pagi... Tidak kesiangan, langsung terbang, tidak bengong menentukan arah tujuan, tidak bingung. Kerja maksimal, tidak setengah-setengah. Maka pulang bawa hasil, tidak sia-sia apalagi sial. Nabi SAW menyuruh kita meniru Tawakkalnya Burung.
***
Kita semua mengenal CERMIN, pernah bercermin bahkan mungkin bawa cermin kemana-mana seperti Umar bin Khattab. “Filosofi Cermin”
Cermin itu Jujur. Menyampaikan tentang kita apa adanya kita.
Cermin itu Amanah. Menampakkan penampilan kita tanpa ditambah atau dikurangi.
Cermin itu Sabar. Berapa lamapun kita di depan cermin, ia tidak pernah mengeluh.
Sangat baik apabila kita memiliki sahabat dan teman seperti CERMIN.
***
Ketika seorang laki-laki “melecehkan” wanita, maka ia telah durhaka kepada Ibunya. Ketika seorang wanita “melecehkan” laki-laki, maka ia telah durhaka kepada Ayahnya.  Durhaka kepada Ayah dan Ibu itu DOSA BESAR.
***
Hidup tidakah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat hidup lebih berharga. Saling menghargai, membatu, memberi, dan mendukung. Jadilah teman perjalanan hidup yang tanpa pamrih dan syarat. Believe in “Cause and Effect” Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.
***
Semut betapa pun sibuknya, setiap bertemu dengan sesamanya semut, ia selalu menyempatkan menyapa walau sebentar. Masa MANUSIA kalah sama SEMUT???
***
Hasan-Husen melihat seorang kakek wudhu tapi salah. Lalu keduanya ingin membetulkan wudhu sang kakek.
Hasan-Husen,  “Kek, kami berdua ingin lomba berwudhu. Minta tolong kakek yang jadi jurinya ya?”.
Setelah keduanya wudhu dan wudhunya benar, kakek bilang, “Wudhu kalian yang benar, wudhu kakek yang salah.”
Hasan-Husen sukses menyampaikan pesan dakwahnya. Kakek menyadari kesalahannya. Itulah contoh “meluruskan kesalahan”, tanpa harus “menyalahkan”.
***
Sang Alim vs Sang Raja
Sang Alim : Raja, sekiranya kamu akan mati kecuali dengan minum air ini (sambil menunjuk ke sebuah gelas berisi air). Apakah kamu rela menyerahkan separuh kerajaanmu?
Sang Raja : Ya pasti! Demi hidupku, separuh kerajaan rela kuberikan.
Sang Alim : *Setelah Raja meminum* Setelah kamu meminum ini, nyawamu masih terancam mati, apakah kamu rela menyerahkan separuh kerajaanmu agar nyawamu selamat?
Sang Raja : Ya pasti kulakukan demi hidupku.
Sang Alim : Raja, ketahuilah sesungguhnya nilai kerajaanmu tidak lebih dari segelas air dan segelas air seni.

No comments:

Post a Comment