TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Friday, October 22, 2010

Cara Menuliskan Angka: Sembilan atau 9?


Angka atau bilangan ada di semua tempat. Mulai dari buku ilmiah dengan tebal 1.500 (ini juga bilangan) halaman hingga iklan baris di media. Bilangan bahkan digunakan juga untuk uji psikologi dalam berbagai kebutuhan.
Nah, sebenarnya bagaimana sih cara menuliskan bilangan? Apakah harus ditulis berupa digitnya (bentuk) ataukah ditulis dalam bentuk huruf? Dan kapan saja angka bisa ditulis dengan model tersebut? Berikut ini adalah sebelas cara menuliskan angka atau bilangan:
  1. Bilangan vs. angka. Bilangan adalah konsep abstrak dalam matematika. Sedangkan angka adalah representasi/lambang dari bilangan. ‘Tujuh’, ’7′, ’111′ (angka biner), dan ‘VII’ adalah simbol-simbol yang digunakan untuk mengekspresikan bilangan. Cara mudah membedakan angka dan bilangan adalah seperti membedakan orang dengan namanya.
  2. Angka-angka kecil dituliskan dengan huruf. Yang dimaksudkan dengan angka kecil adalah angka-angka dari nol hingga sepuluh.
  3. Angka yang bisa dituliskan dengan satu kata ditulis dalam huruf (kata). Contoh, sebelas; sepuluh. Angka yang terdiri dari dua kata ditulis dalam bentuk seperti: 24 dan sebagainya.
  4. Penggunaan koma dalam angka. Gunakan pemisah dalam menuliskan angka di atas seribu. 7.231.580 meter akan lebih mudah dibaca dibandingkan dengan 7231580 meter. Nah, dalam bahasa Indonesia pemisah ribuan adalah titik dan koma digunakan untuk memisahkan desimal. Hal ini berbeda dengan penulisan angka dalam bahasa Inggris yang menggunakan cara sebaliknya. International Systems of Units (bahasa Perancis, Système international d’unités atau SI) sebenarnya sudah membuat peraturan tentang ini. Sayangnya peraturannya aneh. Peraturannya adalah mengganti pemisah ribuan dengan spasi dan desimal dengan koma. Contoh: 12 435 675,34. Jadi jelek kan?!
  5. Jangan menuliskan angka di depan kalimat. Tuliskan ‘Empat mobil sedang parkir’ dan bukan ’4 mobil sedang parkir’. Jika angkanya bernilai besar, cari cara agar angka tersebut bisa diletakkan setelah kata. Gunakan ‘hari ini 234 eksemplar koran telah terjual’ sebagai pengganti ’234 koran telah terjual’.
  6. Abad dan dekade dituliskan dalam huruf. Contoh: abad delapanpuluhan.
  7. Angka bulat ditulis dalam huruf. Angka bulat yang dimasudkan adalah dalam jutaan. Contoh: gunakan ’200 juta’ alih-alih ’200.000.000′.
  8. Angka yang berdekatan. Jika menemui angka yang berdekatan, tuliskan dalam huruf untuk angka yang lebih kecil sehingga tidak membuat bingung. Sepertinya kejadian begini langka, tapi mungkin saja terjadi.
  9. Urutan. Urutan seperti kesatu dan kedua harus dituliskan dalam huruf, bukan ke1 dan ke2.
  10. Konsistensi dalam menuliskan angka. ’12 cewek pandai berdandan dan 11 cowok pandai menari’ bukan ’12 cewek pandai berdandan dan sebelas cowok pandai menari’.
  11. Resep dan persen. Tuliskan ’23 persen’ dan bukan ’23 %’. Simbol ‘%’ sebaiknya digunakan hanya dalam visualisasi seperti presentasi. Dalam penulisan resep, digit atau bentuk diperbolehkan.
Tata cara penulisan ini tentu saja hanya berlaku dalam penulisan formal. Jika mengirimkan pesan singkat, maka tata cara ini tidak sepenuhnya berlaku.
Sumber: Dailywritingtips.com dan Wikipedia.org

No comments:

Post a Comment