TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Sunday, February 13, 2011

Rekayasa Bakteri E.coli untuk memproduksi Biodiesel


Bakteri E.coli dikenal terlibat pada berbagai penyakit dan keracunan makanan. Namun bakteri ini bisa saja menjadi kunci pada masa depan energi terbaharukan.
Desmon Lun, Associate Profesor Ilmu Komputer pada Universitas Rutgers-Camden, sedang meneliti bagaimana cara merekayasa Genetika E.coli untuk memproduksi biodiesel berbasis asam lemak. 'Jika kita berhasil merekayasa organisme biologis untuk memproduksi bahan bakar biodiesel, kita akan menemukan cara baru untuk menyimpan dan mempergunakan energi,' Demikian kata Lun. Membuat energi terbaharukan dengan mengembangkan bahan bakar, seperti membuat etanol dari jagung, adalah praktek umum yang dicoba untuk mencapai produksi terbarukan.
Namun, menurut Lun, ' Sudah diketahui oleh kita, bahwa membuat bahan bakar dari bahan makanan tidaklah produktif. Itu terlalu mahal dan dapat mengganggu sumber makanan kita.'Salah satu alternatif adalah memodifikasi mikroorganisme E.coli untuk memproduksi asam lemak secara berlebih, supaya dapat digunakan untuk membuat biodiesel.' Molekul asam lemak tidaklah begitu berbeda dengan berbagai macam molekul bahan bakar,' kata Lun, yang adalah penduduk Philadelphia. ' Biodiesel adalah sesuatu yang dapat kita kembangkan dengan mudah. E.coli telah digunakan sebagai organisme laboratorium lebih dari 60 tahun dan sudah dipelajari dengan baik. Kita tahu banyak mengenai genetikanya dan cara memanipulasinya. Kita harus melakukan banyak intervensi untuk itu.'
Disinilah dimana keahlian ilmu komputer Lun berperan. Lun membangun model komputasi dari organisme E.coli untuk menentukan apa yang terjadi jika perubahan dilakukan. Perubahan tersebut termasuk menghilangkan enzim tertentu untuk memperbanyak produksi asam lemak.' Ini biasa kita sebut sebagai biologi sintetis,'kata dia. 'Ini adalah langkah selanjutnya dari rekayasa genetika. Bukannya dengan melakukan perubahan kecil pada gen tertentu, namun kami akan melakukan perubahan besar-besaran pada genome. Kami memasukkan trait baru, dan bukannya memodifikasi trait yang sudah ada.'
Lun menjelaskan,'Aspek unik dari pekerjaan kami adalah penekanan pada modeling komputer sebagai panduan. Bahkan bakteri sederhana ternyata sangatlah rumit. Modeling komputer menawarkan cara untuk mempercepat proses tersebut, dan membuat proses yang lebih cepat dan lebih baik.' Dengan cara ini, produksi asam lemak pada bakteri yang direkaya akan jauh lebih baik, dan memberi jalan pada pengembangan bahan bakar-bio.Lun berkolaborasi dengan peneliti dari Universitas Harvard pada proyek E.coli ini.
Tulisan ini diadaptasi dari bahan yang diberikan oleh Universitas Rutgers.
Diterjemahkan dari sciencedaily.com

No comments:

Post a Comment