TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Sunday, June 19, 2011

Padepokan Travian.... Foorrrr....

Padepokan tempat melatih kesatria dan pada tingkat 10 bisa menguasai oasis disekitar desa dan meningkatkan produksi sumberdaya desa anda.
Biaya untuk menaikkan ke tingkat 2:
Kayu930Liat890Besi930Gandum320Penggunaan gandum1durasi0:38:20

Oasis yang telah dikuasai dari desa Village Hunter

Tipe Loyalitas ditaklukan Koordinat Sumberdaya
1. Oasis berikut dari padepokan 10
2. Oasis berikut dari padepokan 15
3. Oasis berikut dari padepokan 20

Oasis lain dalam jangkauan Village Hunter

Tipe Pemilik Desa Koordinat Sumberdaya
Gunung - - (116|34) Besi +25%
Danau - - (114|33) Gandum +25%
Gunung - - (116|33) Besi +25%
Hutan - - (114|31) Kayu +25%
 

Komunikasi Interseluler Menggunakan Saluran Tabung Nano

Netsains.com - Pernahkah Anda memikirkan apa yang terjadi ketika kulit Anda terluka dan beberapa hari kemudian luka tersebut akan tertutup dan sembuh dengan sendirinya?  Hal tersebut tak lepas dari peran sel-sel yang ada di dalam tubuh untuk kembali membentuk jaringan kulit. Sel merupakan unit fungsional terkecil dalam tubuh seluruh makhluk hidup tak terkecuali manusia yang memiliki peran masing-masing pada jaringan atau organ tubuh tertentu. Namun bagaimana sel-sel yang jumlahnya sangat banyak tersebut dapat berkomunikasi membentuk suatu aksi tertentu? Pertanyaan tersebut yang akan dijawab oleh para ilmuwan.
Sepuluh tahun belakangan ini para peneliti telah mengetahui bahwa mayoritas sel tubuh dapat membentuk saluran tabung nano ultra-tipis yang disebut sebagai tunneling nanotubes (TNTs). Saluran ini memiliki ketebalan setara dengan 1/500 dari tebal rambut manusia dan merupakan salah satu mekanisme komunikasi interseluler yang berbeda dari yang sebelumnya diusulkan. Pada tahun 2010, Dr. Xiang Wang dan Professor Hans-Hermann Gerdes dari University of Bergen's Department of Biomedicine menemukan bahwa sinyal elektrik yang melewati tabung nano ini memiliki kecepatan yang cukup tinggi yaitu sekitar 1-2 m/s. Mekanisme inilah yang menjelaskan terbentuknya jaringan tubuh pada embrio manusia dan bagaimana luka dapat sembuh.
Dr. Wang menggunakan zat warna fluoresen untuk mendeteksi perubahan intensitas yang terjadi selama perubahan potensial listrik pada membran sel. Ketika dua sel terkoneksi oleh tabung nano yang dibentuk oleh salah satu sel, terjadi depolarisasi pada membran sel tetangganya sehingga terjadi perubahan potensial membran. Hal ini membuat indikator fluoresen yang ada pada membran sel mengemisikan cahaya yang kemudian dianalisis dengan spektrometer. Percobaan ini dilakukan berulang kali untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya secara statistik. Hasil penelitian mereka ini telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Tabung nano interseluler ini sama sekali tidak permanen. Waktu hidupnya kebanyakan hanya beberapa menit. Hal ini masih diteliti para ilmuwan karena tidak dapat diprediksikan kapan sel membentuk saluran ini. Pembentukan saluran tabung nano interseluler ini memang wajar ditemukan pada banyak sel, tetapi hal ini memang tidak terjadi di semua sel. Penelitian ini juga dilanjutkan untuk mendeteksi pembentukan tabung nano interseluler pada sel otak untuk mengetahui mekanisme kerja pengiriman sinyal yang terjadi.
Sumber : www.sciencedaily.com
Sumber gambar : http://images.sciencedaily.com/2011/04/110429120213.jpg

Mengenal Apa Itu “Process Mining”

Netsains.Com - Saat ini banyak organisasi menggantungkan proses bisnisnya pada satu atau lebih sistem informasi yang mereka miliki. Sistem informasi yang digunakan contohnya seperti WMS – Workflow Management System, CRM – Customer Relationship Management, ERP – Enterprise Resource Planning dan lain sebagainya.
Setiap sistem informasi tersebut tentunya dirancang berdasarkan model dari suatu proses bisnis. Pada umumnya sebuah sistem informasi mencatat setiap event / kejadian pada sebuah log untuk memonitor proses yang berjalan. Catatan tersebut dapat berupa transaction logs ataupun audit trails.
Seiring dengan berjalannya waktu dan tingkat penggunaan sistem informasi yang semakin tinggi maka bertambah pula kumpulan event log yang tersimpan. Melalui event log inilah kita bisa melakukan analisa dengan menggunakan berbagai algoritma yang telah disediakan aplikasi ProM. Hasilnya dapat berupa suatu bagan model proses bisnis yang kemungkinan berbeda dengan model sebelumnya.
Processs Mining merupakan suatu teknologi yang relatif masih baru dalam kaitannya dengan BPM – Business Process Management. BPM sendiri bertujuan untuk mendapatkan model dengan cara mengamati perilaku proses bisnis di suatu organisasi. Pada process mining, pengamatan dilakukan terhadap proses bisnis yang telah terkomputerisasi. Dengan cara ini diharapkan akan ditemukan struktur proses baru yang sebelumnya tidak disadari sedang terjadi. Berdasarkan siklus yang konsisten serta frekuensi aliran informasi yang terjadi maka dapat diketahui apakah selama ini pross bisnis yang diterapkan oleh sistem informasi telah sesuai dengan pedoman yang dimiliki oleh organisasi ataukah sebaliknya?
Berbagai manfaat bisa didapat dengan adanya Process Mining, seperti untuk mengetahui bagaimanakah proses yang sebenarnya terjadi? Apakah proses yang berjalan sudah sesuai dengan model yang dirancang sebelumnya? Di tahapan manakah terjadi perlambatan proses? Selain itu yang cukup menarik bahwasannya aplikasi ini juga mampu melakukan prediksi atas jumlah keterlambatan yang mungkin timbul serta membuat rancangan model seperti apa yang lebih tepat guna menyelesaikan permasalahan?
Penggunaan event log sebagai sumber data dari tehnik Process Mining dirasa cukup tepat karena umumnya log sebuah sistem informasi berisi data dari berbagai kasus yang dieksekusi organisasi. Data yang dicatat umumnya berupa waktu mulai dan selesainya pekerjaan di suatu bagian, siapa saja pelakunya, dan lain sebagainya. Di bawah ini terlihat contoh tabel log suatu sistem informasi yang menangani proses penagihan denda kepada pelanggan. Terlihat adanya empat contoh kasus (Case ID) yang terjadi dalam satu siklus. Pada kolom Task Name berisi kegiatan yang dilakukan kemudian pada kolom Event Type berisi status dari setiap pekerjaan. Pada kolom berikutnya tercantum ID si pelaku, apakah dilakukan oleh sistem ataukah orang. Kolom Timestamp berisi tanggal serta jam dilakukannya kegiatan. Data pendukung lainnya masih dapat terus ditambahkan sesuai kebutuhan atas analisa yang hendak dilakukan.
Foto: gennet.com