TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Sunday, January 30, 2011

Earth Hour, Bukti Cinta pada Bumi


Mari ubah dunia dengan satu jam tanpa listrik, itulah konsep yang diusung inisiatif perubahan iklim global WWF Earth Hours. Melalui Earth Hour, setiap individu diajarkan bahwa upaya peduli lingkungan dapat bermula dari sebuah langkah sederhana dengan mematikan lampu selama satu jam. Setiap tahun, menjelang bulan Maret mungkin kita sering mendengar atau membaca tentang EARTH HOUR. Lalu apa sih EARTH HOUR itu sendiri?
Apa itu EARTH HOUR ?
Gagasan Earth Hour berawal dari kampanye kolaborasi sebuah organisasi nirlaba World Wildlife Fund (WWF) bersama berbagai media di Australia. Semua sudah kenal dengan WWF kan? Itu lho sebuah organisasi konservasi terbesar di dunia yang terkenal dengan logo Pandanya. Ide pertama yang muncul adalah mengajak penduduk Sydney Australia untuk mematikan lampu yang tidak penting selama 1 jam dengan tujuan mengurangi efek gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5%.
Kabar tentang keberhasilan Earth Hour perdana (tahun 2007) di Australia itu kemudian terdengar di seluruh dunia, sehingga menarik banyak negara lain untuk kemudian turut serta dalam Earth Hour 2008. Mereka mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan perangkat listrik lainnya selama 60 menit dalam waktu bersamaan serempak diseluruh dunia.
Dalam peringatan Earth Hour tahun 2008, tercatat lebih dari 30 negara turut berpartisipasi. Dan hingga tahun 2010, terdapat total 128 negara yang turut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour serta menyelenggarakannya secara serempak. Indonesia menjadi salah satu negara peserta yang turut beraksi dalam Earth Hour tersebut sejak tahun 2008.
Kapan EARTH HOUR tahun 2011 dilaksanakan ?
Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di bumi menjadi lebih baik.
Earth Hour tahun ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011. Tetap dengan ide yang sama, mematikan lampu dan perangkat listrik di rumah selama 60 menit. Earth Hour juga mengajak seluruh penduduk dunia untuk mulai berfikir dan bertindak dalam menyelamatkan dunia.
Bagaimana di Indonesia ?
Lima kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, dan Bali turut serta dalam EARTH HOUR tahun 2010 kemarin. Bagi Jakarta, ini untuk kedua kalinya berpartisipasi dan ikut memadamkan lampu di lima ikon kota, yaitu Bundaran HI dengan air mancurnya, Monas dengan air mancur menarinya, Gedung Balaikota, Patung Pemuda serta Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha. Dan untuk tahun ini kegiatan di Indonesia masih dipusatkan di Jakarta.
Kenapa Jakarta ?
Karena berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, DKI Jakarta dan Tangerang mengkonsumsi sebesar 29.605 GWH atau 23% dari total konsumsi listrik Indonesia atau sama dengan 26,4 juta ton CO2 (Riset DJLPE 2004-2006 tentang emisi CO2 dari produksi listrik: 0,891/MWh)
Kenapa harus mematikan listrik?
Ya, kenapa mesti mati’in lampu? Ide mematikan lampu di Earth Hour bertujuan untuk mengurangi kadar pemanasan global yang salah satunya disumbang oleh penggunaan perangkat listrik sehari-hari yang ada di rumah kita. Selain itu, dengan mematikan listrik, diharapkan konsumsi energi listrik di seluruh dunia dapat sedikit ditekan sehingga menghemat energi yang ada di dunia.
Tepat sekali, dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam, kita dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta. Apabila 10% saja penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh.
Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak penghematan yang didapat. Dan tahukah anda, dengan penghematan di atas, itu artinya setara dengan :
1. Mematikan 1 pembangkit listrik
2. Menghemat 267,3 ton CO2
3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya)
4. Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-
Sebuah “usaha kecil” yang tentu “tidak kecil” bila dilaksanakan secara massal. Aksi kecil yang dapat membawa suatu perubahan besar. Semoga gerakan simbolis ini dapat berujung pada perubahan gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang. Mari ubah dunia dalam satu jam
Saatnya beraksi! Tunjukkan apa yang akan dan sudah dilakukan sebagai bukti dukungan kita terhadap upaya memerangi perubahan iklim.
Nah, sekarang tahu kan kenapa setiap orang harus ikut mesukseskan EARTH HOUR 2011? Tunjukkan bahwa kamu peduli perubahan iklim. Masih ragu untuk ikut mematikan lampu selama 60 menit? Weleh..weleh…, apa susahnya sih untuk mematikan lampu sejenak, lagian hanya satu jam kok.

Wednesday, January 26, 2011

Penelitian Biokomia, Sekarang dan Masa Depan


Walter Gilbert mungkin lebih dikenal sebagai molecular biologist karena berhasil menemukan teknik pembacaan sekuen DNA yang menghantarkannya meraih Hadiah Nobel Kima 1980 bersama Frederick Sanger. Tapi sebenarnya Gilbert adalah seorang biochemist yang memulai karir gemilangnya dengan menjadi yang pertama di dunia mengisolasi dan mengkarakterisasi protein lac repressorD).
Sebelumnya Jacques Monod dan Francois Jacob, keduanya molecular biologist hanya bisa memprediksi keberadaan protein itu. Tapi dengan serangkaian eksperimen dengan teknik-teknik biokimia yang cemerlang, Gilbert bisa meyakinkan bahwa lac repressor betul-betul mengikat DNA dan menyebabkan ekspresi gen di bawahnya (downstream) berhenti, kemudian melepaskannya dari DNA dengan menambahkan IPTG, dan menempelkannya ke DNA lagi dengan menghilangkan IPTG. Dengan demikian, biochemist telah berjasa membuktikan teori Monod dan Jacob mengenai kontrol ekspresi genA) yang begitu sederhana tapi meyakinkan sehingga menghantarkan keduanya meraih Hadiah Nobel Kedokteran 1965.
Era Omik
Berbicara mengenai kontrol ekspresi genA), perkembangan ilmu saat ini menunjukkan bahwa kenyataan sesungguhnya dalam sel jauh lebih rumit dari yang diduga. Kontrol negatif pada lac operon dan kontrol positif pada trp operon yang digunakan pada setiap buku teks biologi molekuler hanyalah sebagian kecil dari bentuk-bentuk kontrol ekspresi gen lain yang dilakukan oleh molekul-molekul tak terduga sebelumnya yaitu RNA.
RNA tidak sekedar molekul pertengahan (intermediate) dalam alur informasi dogma sentral, tapi juga punya peran aktif dalam alur informasi itu sendiri. Peran RNA dalam ekspresi gen dalam buku teks setingkat mahasiswa Master mungkin terbatas pada RNA attenuator pada trp operon yang berubah struktur sekundernya sehingga membuat ribosom tidak bisa mentranslasikan keseluruhan mRNA bila triptofan sudah mencukupi5. Contoh satu lagi yang lebih generik adalah satu sekuen pada mRNA yang berfungsi sebagai terminator dengan cara berikatan bersama protein rho (ρ) sehingga melepas ribosom dari mRNA.
Andrew Fire dan Craig Mello adalah yang pertama membuktikan microRNA (miRNA) dapat mengontrol ekspresi gen6. Sekuen DNA yang tidak mengkode protein sehingga disebut junk DNA oleh Sydney Brenner (peraih Hadiah Nobel Kedokteran 2002)7 ternyata ditranskripsikan oleh sel menjadi miRNA atau potongan-potongan pendek RNA yang tidak mengkode protein seperti mRNA itu. Di sitosol, miRNA dapat menempel pada mRNA sehingga membuatnya gagal ditranslasikan oleh ribosom. Dengan kata lain, miRNA mengkontrol ekspresi gen.
Fire dan Mello tidak berhenti pada kenyataan ini tapi kemudian mencoba merekayasa miRNA menjadi yang disebut small interference RNA (siRNA) yaitu dengan cara memasukkan miRNA ke dalam sel untuk mengkontrol ekpresi gen tertentu. Hal inilah yang mengantarkan keduanya meraih Hadiah Nobel Kedokteran 2006.
Maka pembacaan sekuen genomB) menjadi lebih bermakna karena wajah genetik (genetic make up) kita ternyata tidak hanya pada 10 % genom yang mengkode protein atau yang disebut gen itu saja, tapi juga junk DNA yang mengkode miRNA, termasuk yang sudah diketahui sebelumnya seperti centromere dan telomere. Hal ini hanya menegaskan bahwa kita saat ini hidup di era genomik dan omik-omik lainnya seperti transkiptomik, RNAomik, proteomik, metabolomik, dsb. Ini adalah era yang betul-betul berbeda dengan tahun 1970-an ketika biologi molekul merajai dunia ilmu pengetahuan. Perbedaannya setara dengan ungkapan “hari gini oper gigi” yang disampaikan para pecinta skuter matik terhadap pengendara motor bebek yang masih menggunakan persneling.
Jangan dianggap remeh ungkapan itu, karena inilah yang membuat Yamaha bisa menggeser Honda di pasar motor Indonesia setelah puluhan tahun merajainya. Persis sama kondisinya, jangan anggap remeh dengan teknologi omik yang berpadu erat dengan teknologi informasi dan komunikasi, karena siapa pun bisa mengakses data genom dari sekuen DNA, data transkriptom dari DNA microarray dsb dengan gratis lewat internet. Tanpa banyak modal, cukup dengan keahlian pemograman dan kelihaian memadukan tool-tool komputasi yang ada, penemuan besar bisa dilakukan. Lihatlah misalnya sebuah paper yang berusaha mengidentifikasi hanya 1% saja dari genom berpotensi menjadi miRNA yang dipublikasikan di jurnal Nature tahun 2007. Paper berjudul, “Identification and analysis of functional elements of 1% of the human genome by the ENCODE pilot project” itu ditulis oleh 80 lembaga riset di dunia dan lebih dari 100 nama ilmuwan.

Saturday, January 22, 2011

PMDK JALUR UNDANGAN

  1. LATAR BELAKANG
    1. Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, umur, kedudukan social, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiwa dan kekhususan perguruan tinggi.
    2. Perguruan tinggi sebagai lanjutan pendidikan setelah SLTA hendaknya dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan penilaian dan rekomendasi Kepala Sekolah.  Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa.
    3. Sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik diyakini selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter.  Sekolah dengan demikian dapat diberikan penghargaan dan kepercayaan melakukan seleksi awal calon mahasiswa yang berprestasi dan diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.
  2. TUJUANUntuk dapat menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SLTA seluruh Indonesia perlu dilakukan seleksi secara nasional melalui suatu kepanitiaan SNMPTN jalur undangan yang bertujuan :
    1. Mendapatkan mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SLTA.
    2. Memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
    3. Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada sekolah untuk menjadi bagian pelaksana seleksi awal di tingkat sekolah.
  3. KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN
    1. Ketentuan Umum
      1. Jalur undangan ialah mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan.
      2. Jalur undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.
      3. Peserta Jalur Undangan adalah sekolah yang telah terdaftar pada sistem database  SNMPTN Tahun 2010 dan diprioritaskan  memiliki akrediatsi A atau B
      4. Sekolah peserta Jalur Undangan mengirimkan siswa pelamar terbaiknya untuk diseleksi menjadi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang diminati.
    2. Persyaratan Siswa Pelamar
      1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK dari sekolah yang telah terdaftar pada sistem database SNMPTN Tahun 2010 dan diprioritaskan dari sekolah yang sekurang-kurangnya memiliki akreditasi B.
      2. Siswa yang sedang duduk di kelas 12.
      3. Siswa yang memiliki prestasi akademik serendah-rendahnya berperingkat 25% terbaik di kelasnya secara konsisten.
      4. Siswa yang memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
  4. TATA CARA PENDAFTARAN UNDANGAN
    1. Panitia SNMPTN Jalur Undangan menginformasikan kepada sekolah tentang pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana SNMPTN Jalur Undangan.
    2. Kepala Sekolah harus membaca dan  memahami seluruh ketentuan dan prosedur SNMPTN Jalur Undangan yang termuat dalam laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id/, terutama yang berkaitan dengan persyaratan dan daya tampung program studi di masing-masing PTN.
    3. Kepala Sekolah secara proaktif mendaftarkan profil sekolahnya melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id/ untuk mengikuti SNMPTN Jalur Undangan untuk mendapatkan user name dan password serta jumlah siswa yang dapat diusulkan mengikuti SNMPTN Jalur Undangan.
    4. Kepala Sekolah mengisi data prestasi akademik siswa dengan menggunakan user name dan password secara on-line melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id/.
    5. Kepala Sekolah memberikan Nomor Pendaftaran dan Password yang didapatkan dari sistem kepada siswa pelamar yang direkomendasikan.
    6. Siswa Pelamar yang telah didaftarkan oleh Kepala Sekolah membayar uang pendaftaran ke Bank dengan menunjukkan Nomor Pendaftaran.  
    7. Siswa Pelamar dengan menggunakan Nomor Pendaftaran dan Password mengisi biodata, pilihan PTN dan program studi, mengunggah (upload) dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, dan mencetak Kartu Bukti Pendaftaran, melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id/.
  5. JADWAL SELEKSI JALUR UNDANGANPendaftaran                                     : 1 Februari – 12 Maret 2011
    Pengumuman Hasil                          : 18 Mei 2011
    Registrasi                                      : 31 Mei dan/atau  1 Juni 2011
  6. PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN
    1. Setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati.
    2. Siswa pelamar dapat memilih program studi yang diminati pada masing-masing PTN yang dipilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) dan tidak bergantung pada kesesuaian jurusan asal sekolah pelamar.
    3. Urutan pilihan program studi merupakan prioritas pilihan.
    4. Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN Jalur Undangan tahun 2011 dapat dilihat pada laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id/.
    5. Ketentuan lebih lanjut mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN yang dipilih siswa pelamar.
  7. BIAYA PENDAFTARANBiaya pendaftaran SNMPTN Jalur Undangan Tahun 2011 sebesar Rp. 175.000,- (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah).
  8. LAIN-LAINSegala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN Jalur Undangan Tahun 2011 akan diinformasikan melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id/ dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Prosedur Operasional Baku SNMPTN Tahun 2011.