TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Monday, March 3, 2014

President of Statistician English Society Sekolah Tinggi Ilmu Statistik



Januari, 2014
Hello guys… Long time no see yaaa… ^^
Aku sungguh masih merasa dag dig dug saat mengingat masa itu… Pada saat itu aku harus membuat presentasi yang aku kerjakan hanya pada saat malam hari… Aku sungguh merinding saat harus menjadi salah satu kandidat dan mempresentasikannya di depan para pengurus sebelumnya dengan pembawaan bahasa Inggris… Aku, dengan perasaan selalu merendah, melangkah ke depan dan mempersiapkan materi yang aku simpan dalam tab untuk kemudian aku presentasikan… Aku coba buang segala nervous yang mengitari jantung hatiku, terasa mencekik sampai sesak terasa… Aku coba buka ikatan rantai itu, rantai yang selalu mengekang kemajuanku… Aku pasrahkan diriku hanya dengan keinginan tulus membawa SES ke arah yang lebih baik dengan sebuah kerja sama yang solid… Keinginan polos yang terpikir olehku dengan sangat… Aku yakin aku pasti bisa…
Finally, sebenarnya banyak sih kejadian seru selama proses re-organisasi bahkan sampai kejadian yang mengharukan sekalipun… Akan tetapi ini aku anggap sebagai rahasia yang indah, sudah…
Aku dengan keyakinanku, dengan teman-teman yang ada disampingku, dan dengan kegilaan yang dianugerahkan pada kami, kami yakin pasti bisa merombak total SES menjadi sesuatu yang WOW… Aku berharap semuanya aktif membangun SES dengan semangat… Aku sungguh terharu, bahagia mendapati teman-teman SES yang gila namun juga memiliki semangat api untuk membangun SES… SES yang sebelumnya seperti kuliah bahasa Inggris, aku ingin ubah menjadi tempat refreshing yang mampu mengajarkan kemampuan bahasa Inggris yang lebih “masuk” dengan praktek yang pasti… Mengajarkan bahasa Inggris secara harmonis namun juga gila… Memberikan manfaat dengan lebih fleksibel namun tetap berpedoman… Aku yakin kita para pengurus SES yang baru dapat mengemban tugas dengan baik di Senat Mahasiswa STIS periode 2014 … O iya satu hal penting, pada kepengurusan Senat Mahasiswa STIS periode ini, nama UKM SES berubah menjadi Departemen SES… Nama boleh berubah, semangat juang tetap teratas… Cause we are the fire ball… We’ll burn the fire!!! :D
Oh iya satu hal lagi apabila ada penerus Departemen Statistician English Society setelah periode 2014 membaca ini, aku harap kalian mampu mengangkat SES menjadi sesuatu yang lebih WOW dan menjadi Departemen yang selalu dinantikan event-eventnya… J
Harapanku juga, semoga adek-adek STIS SES angkatan 55 dapat menjadi anggota yang loyal dan mampu membangun SES menjadi wadah yang memiliki sejuta manfaat dan keceriaan selama periodeku ini… :D
“Aku Percaya Kalian” J
Sekian dulu ya guys… Mau request tentang tulisan apapun boleh kok kirim sarannya lewat komentar… Bakalan masuk ke emailku kok, tenang aja… :D Byeee~~~

Dewan Perwakilan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik



Desember, 2013
Hello guys… Long time no see yaa… ^^
Seneng lho guys akhirnya aku itu bisa terpilih jadi perwakilan kelas buat jadi anggota DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) STIS setelah melalui seleksi kelas yang cukup panjang karena calonnya yang cukup banyak dari kelasku… Aku sangat berkeinginan untuk menjadi perwakilan kelas karena ingin menyampaikan uneg-unegku dan juga aspirasi dari mahasiswa di kelasku tentunya… Aku sangat senang menjadi perwakilan, aku berharap aku dapat menjadi seorang yang berguna bagi orang banyak… Berguna bagi orang banyak merupakan salah satu jalan hidupku… Aku suka melihat orang senang dan ceria karena diriku… Aku sedih saat aku menjadi beban bagi orang lain, meski kadang aku tak dapat melakukan apa-apa karena ketakutanku pada diriku sendiri… Pada saat seleksi final, aku dengan percaya diri mengungkapkan keinginanku dengan mantap… Aku yakin pada keinginan murniku ini bahwa akan memberikan jalan bagiku…
Beberapa waktu kemudian, akhirnya aku diterima menjadi anggota DPM namun belum sah karena belum pelantikan… Aku sangat senang, apalagi aku mengincar yang berkaitan dengan anggaran agar aku dapat mengetahui alur anggaran di SEMA dan melatihku menjadi seorang yang teliti… Teliti tidak hanya milik cewek kan??? Aku suka pada saat aku harus berperang dalam suatu hal yang menuntut ketelitianku… Siapa tahu nanti aku bisa menjadi suami yang baik dan tidak sembrono bagi istriku nantinya~ *wondering *,* *
Aku diam-diam kepo mengenai apa yang mungkin aku lakukan untuk mempersiapkan diriku nantinya… Sia-sia dong kalo udah dapet apa yang diharapkan akan tetapi tidak menjalankannya dengan profesional…
Akan tetapi prahara muncul… *mulai lebay* Aku ternyata juga menjadi salah satu kandidat President UKM SES (Statistician English Society)… Pada kasusnya, ketua UKM itu masuk menjadi SEMA sedangkan anggota DPM juga anggota SEMA sehingga tidak boleh ada “double farmer in the same field”… Aku sangat dipusingkan oleh hal ini… Bagaimana ini ohh duniaaaa!!!! *lebay telah tiba*
Aku sampai bertanya dengan semua kawan yang aku percayai, bahkan sampai tugas belajar pun aku tanya-i… Akhirnya aku pasrah pada Allah… Insya Allah apa aku jadinya, semoga dapat membawa manfaat yang lebih besar…
Tik Tok Tik Tok…
Akhirnya aku dipaksa untuk membuat rancangan visi misi yang harus aku presentasikan saat pemilihan ketua SES… Singkat cerita (lengkapnya akan dibahas cerita berikutnya) aku terpilih dan terpaksa merelakan jabatan anggota DPM-ku… Untung saja belum dilakukan pelantikan, jadi masalah tidak sebesar pemikiranku sebelumnya… Tapi sejujurnya aku sedih sekali karena aku telah memupuskan harapan teman-temanku kepadaku pada saat aku menyampaikan visi misiku di depan kelas… Akan tetapi aku mencoba tegar karena seperti kata Mas Hendrat, “Kamu tidak akan pernah maju selama kamu takut mengecewakan salah satu pihak. Ketidaktegasan malah akan menyakitkan kedua belah pihak. Maka cobalah untuk tegas pada pilihanmu”… Aku yakin, aku akan mengecewakan di awal, tapi akan membalasnya dengan sejuta manfaat di akhir… J

Sunday, January 26, 2014

Multiplier Effect



“Teetttt... Teetttt...”
Jam pertama sekolah telah dimulai dan Donny dengan santainya memasuki ruangan bersama sahabat karibnya Ichsan. Mereka berdua kemana pun selalu bersama dari SD sampai sekarang. Mereka berdua merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan.
“Don, gimana kabarnya Santi?”, tanya Ichsan dengan raut muka penasaran.
“Kabar gimana nih maksudnya? Aku sama Santi baik-baik aja kok. Tapi...”
Donny segera mencari tempat duduk paling belakang bersama Ichsan agar dapat saling bercerita. Meja paling belakang merupakan tempat paling aman untuk bercerita, menghindari pengawasan dari pengajar.
“Jangan bilang siapa-siapa ya San. Aku itu merasa kurang enak nih sama Santi. Rasanya pengen cari yang baru nih...”, bisik Donny.
“Eh apa-apaan kamu? Kan baru juga dua minggu pacaran, masak mau cari cewek baru? Apa yang kurang dari Santi sih? Dia baik, cantik, putih pula.”, gerutu Ichsan dengan nada kesal.
“Tapi dia pendek. Aku pengen cari yang lebih baik. Aku pengen cari yang tinggi aja deh. Aku pengen cari yang tingginya mirip sama aku.”, jawab Donny.
“Ah parah kamu Don. Aku ngikut aja deh. Yang penting sahabatku senang.”, jawab Ichsan sambil menepuk pundak Donny.
"Wuih, bijak benerrr... Sudah, perhatiin dulu tuh pelajarannya. Sekarang ekonomi ya??? Jadi males nih...", gerutu Donny.
"Ini penting lho, bab Multiplier Effect. Meskipun ini sederhana, ini bisa terjadi di kehidupan sehari-hari lho.", jelas Ichsan.
"Oke deh. Tapi aku gak percaya tuh...", balas Donny dengan ejekan.
***
“Hey Don!!!”, teriak Ichsan dari kejauhan.
Ichsan yang baru pulang dari bermain futsal bertemu Donny di warung soto Bu Lasmi. Raut muka Donny mendadak berubah menjadi cerah. Donny memang sudah menunggu sahabatnya itu untuk dia ajak bercerita.
“San, duduk sini deh. Aku mau ngomong sesuatu.”, seru Donny dengan senyum lebar.
“Ngomong apa sih Don pake sesuatu-sesuatu segala?”, jawab Ichsan sambil memutar matanya.
“Gini San, aku kemarin baru aja jadian sama Tika lho anak SMA sebelah. Dia itu udah sesuai dengan keinginanku nih, tinggi!”, jawab Donny dengan berseri-seri.
“Waduh! Gimana nasibnya Santi tuh? Kamu putus gitu aja?”
Ichsan pun memandang Donny dengan muka berkerut. Dia merasa agak kesal sebenarnya dengan kelakuan Donny yang terlalu ambisius dalam mendapatkan sosok pasangan hidup yang sempurna. Donny memang dianugerahi ketampanan sejak lahir serta berasal dari keluarga terpandang. Donny selalu berusaha mencari pasangan yang pantas dengan dirinya yang tampan dan hampir sempurna itu.
“Tenang San, Santi tetep jadi pacarku kok. Aku belum berani buat mutusin dia. Lagipula aku sebenarnya juga masih menyukainya.”, jawab Donny dengan santai.
“Dasar Donny!”
Semoga kamu segera sadar Don akan apa yang kamu lakukan, bisik Ichsan dalam hatinya.
***
Minggu ini Donny memutuskan menghabiskan pagi harinya dengan lari pagi. Dia berharap dapat menghilangkan segala penat yang dia rasakan selama seminggu terakhir. Apalagi dia harus berpikir keras agar Santi dan Tika tidak saling mengetahui, termasuk teman-teman mereka juga. Kali ini seperti biasa, dia mengajak Ichsan tentunya untuk lari bersama. Mereka merupakan sahabat yang cocok karena Donny yang suka bercerita dan cerewet mempunyai sahabat seperti Ichsan yang pendiam dan pendengar setia.
“San, aku pusing nih memikirkan mereka berdua.”, gerutu Donny kepada Ichsan.
“Mereka siapa? Santi sama Tika? Kamu sih pacar aja dua amat. Satu aja gak habis-habis.”
“Tapi San...”
Jawaban Donny pun terhenti saat melihat sosok perempuan yang melewati mereka berdua. Tampak perempuan itu berlari dengan riang bersama teman-temannya. Senyumnya yang manis menggoda hati Donny seketika itu juga.
“Eh San, kamu kenal gak cewek yang lewat tadi? Yang pakai baju biru tadi itu lho...”, tanya Donny penasaran.
“Oh dia itu Lina. Dia itu adek kelas kita. Dia itu anaknya cantik, manis, dan tinggi pula. Senyumnya itu sangat menawan hingga bisa meluluhkan hati. Matanya itu bisa menggetarkan langkah ketika ingin mendekatinya. Dan, sosoknya terasa begitu hangat serasa ingin bisa duduk ngobrol dengan dirinya.”, jelas Ichsan dengan panjang lebar.
“Wah begitu ya San. Keren banget ya dia.”, jawab Donny dengan senyuman khasnya.
***
“San!!!”, teriak Donny untuk memecah lamunan Ichsan.
“Iya, ada apa...”, jawab Ichsan dengan malas.
“Kamu kenapa San kok lemas begitu? Aku ada kabar baik nih!”, balas Donny dengan tawa yang kontras dengan kondisi Ichsan.
“Perempuan yang kusuka sekarang mengacuhkanku. Kabar baik apa Don?”, tanya Ichsan dengan malas.
“Sabar ya San... Gini lho! Aku udah jadian sama Lina lho... Sumpah! Aku seneng banget lebih dari saat aku jadian sama Santi dan Tika!”
“Lalu bagaimana dengan Santi dan Tika?”, tanya Ichsan dengan raut muka yang berbeda.
“Mereka tetep jadi pacarku lah... Hahaha”, tawa Donny.
***
"Dringgg..."
Donny kemudian membuka handphonenya. Pagi ini tidak seperti biasa, fajar belum menyingsing pun sudah ada sms masuk.
"Dasar kamu playboy kurang ajar! Kita putus!", sms dari Santi.
"Dringgg..."
"Dasar kamu tak tahu malu! Gak punya hati! Kita putus!", sms dari Tika.
Donny pun bingung mengapa kedua pacarnya tersebut tiba-tiba memutuskan hubungan dengan dirinya.
"Dringgg..."
"Sayang, nanti siang kita jalan yuk ke Taman Hijau. Aku udah kangen banget nih gak lihat wajahmu yang tampan. Besok, aku mau ngasih hadiah spesial buat kekasihku tersayang nih. Datang ya, muacchh.", sms dari Lina.
Di saat kesal melanda hatinya, Donny pun terhibur dengan sms dari pacar barunya tersebut. Segala hal tentang Santi dan Tika pun dia lupakan dengan mudahnya, tidak peduli dengan perasaan mereka. Donny telah merasa menemukan teman hidupnya yang sebenarnya.
***
"Donny sayang!!!", teriak Lina dari kejauhan.
"Iya Lina sayang, jangan teriak-teriak gitu dong. Aku jadi agak malu nih... Eh, mau ngasih hadiah apa nih?", tanya Donny penasaran.
"Aku mau... Mencium pipi kamu... Boleh gak? Akhir-akhir ini aku selalu memikirkanmu. Aku terlalu jatuh cinta sama kamu. Aku berharap dengan mencium pipimu, kita gak akan pernah terpisahkan lagi.", ucap Lina dengan hati-hati.
"Ya tentunya boleh dong! Jadi gak enak nih, eh maksudnya jadi enak nih... hehehe...", canda Donny.
"Tutup mata dulu dong... Aku malu nih kalau mau mencium sayang tapi dilihatin.", rengek Lina.
Segera Donny dengan senangnya menutup matanya. Dia sangat senang bisa mendapatkan Lina sebagai kekasihnya. Dia benar-benar jatuh cinta kepadanya. Dia...
"Bruukkk!!!"
Muka Donny tiba-tiba terkena tepung dan telur mentah dalam jumlah besar. Tidak hanya muka, bahkan seluruh badan Donny kotor dan berbau amis. Lalu, tiba-tiba ada seseorang yang datang kepadanya dan mengalunginya dengan papan bertuliskan AKU PLAYBOY KAMPUNGAN YANG TAK TAHU DIRI.
Donny tidak dapat melihat jelas siapa orang itu. Apa mungkin itu Lina? Atau mungkin Tika dan Santi yang marah?
Lalu seseorang itu kembali padanya.
"Dasar kamu sahabat tak tahu diri, tidak mengerti keadaan sahabatmu yang dari dulu sering membantumu."
Itu jelas sekali suara Ichsan. Ichsan, mengapa dia begitu? Donny terlalu pusing dan ketika ada telur yang menghinggapi tubuhnya lagi, dia tersadar...
---Oh dia itu Lina. Dia itu adek kelas kita. Dia itu anaknya cantik, manis, dan tinggi pula. Senyumnya itu sangat menawan hingga bisa meluluhkan hati. Matanya itu bisa menggetarkan langkah ketika ingin mendekatinya. Dan, sosoknya terasa begitu hangat serasa ingin bisa duduk ngobrol dengan dirinya.---
---Perempuan yang kusuka sekarang mengacuhkanku---
Donny baru tersadar bahwa Ichsan sebenarnya menyukai Lina. Dia tidak tahu kalau ternyata kebiasaannya mencari wanita telah mengorbankan sahabatnya sendiri. Apa jangan-jangan semua ini ulah Ichsan?
Mungkin ini yang dinamakan multiplier effect, suatu hal yang terjadi tidak akan semata-mata terhenti saat itu juga. Hal itu akan memberikan efek terhadap hal lain yang bisa saja berdampak lebih besar pada sumbernya.